HAI.. SEMOGA BLOG KU BERMANFAAT YA..

Senin, 04 April 2016

Sabtu, 02 April 2016

Dear Mom


 

Cerpen Karangan: 
Lolos moderasi pada: 2 April 2016
Mentari pagi menampakkan senyuman penuh semangat membuat pagi ini terlihat menyenangkan. Aku terbangun dengan perasaan gembira menyambut pagi ini. Hari-hariku selalu dipenuhi oleh segudang aktivitas yang membuatku bosan. Namaku Josua Malik, panggil saja Josu. Sekarang ini aku tinggal sendirian di tempat kost di salah satu kota di Indonesia dan masih menempuh pendidikan SMA. Seperti biasa, pagi ini aku selalu menyiapkan keperluanku sendiri termasuk membuat makanan. Aku memang sangat mahir dalam memasak, sehingga aku tidak pernah bermasalah tentang makanan walaupun hanya ada beberapa bahan makanan, setidaknya aku bisa membuatnya menjadi makanan yang lezat. Setelah semuanya selesai, aku bergegas pergi ke sekolah. Aku terus berjalan menyusuri kota sambil menghirup segarnya udara pagi. Sampailah aku di rumah temanku, Riki. Aku memang selalu menghampiri Riki sebelum ke sekolah.
“Ternyata kau sudah menungguku. Maaf kalau lama,” sapaku.
“Tidak masalah, Josu. Aku juga baru menunggu beberapa menit saja,” ujarnya.
Kami pun langsung berjalan menuju sekolah sambil mengobrol. Membicarakan hal-hal lucu memang kebiasaan kami, tetapi kali ini Riki membicarakan hal lain.
“Dua hari lagi kita liburan panjang, apa kau akan liburan ke rumah orangtuamu di luar kota?” tanya Riki tiba-tiba.
“Aku memang ingin ke sana, tetapi setelah kegiatan sekolahku selesai. Kau tahu sendiri kan kalau aku sangat aktif dalam kegiatan di sekolah,” jawabku.
“Liburan panjang kau masih ada kegiatan sekolah?” tanyanya lagi.
“Begitulah, untuk 5 hari saat liburan masih ada kegiatan Pramuka dan OSIS.” jelasku.
Pembicaraan tersebut cukup menghilangkan kebosanan saat di jalan. Tak terasa kami sampai di sekolah dan bergegas menuju kelas kami. Dalam hatiku terus memikirkan hal tadi.
“Sebenarnya aku sangat merindukan orangtuaku, terutama ibu.” gumamku. Beruntung sekali hari ini tidak ada kegiatan sekolah karena besok pembagian hasil rapot sehingga aku bisa langsung pulang. Ku rebahkan tubuhku di sebuah kasur berukuran sedang yang cukup nyaman sambil melamun memikirkan ucapan Riki tadi pagi. “Sebentar lagi liburan, tetapi aku masih banyak kegiatan di sekolah. Ingin sekali aku cepat-cepat mengunjungi orangtuaku,” pikirku. Karena bosan, akhirnya aku memilih menonton TV untuk menghilangkan kekosongan hatiku. Hampir setiap hari aku selalu melamun tanpa sebab, mungkin karena aku sendirian atau perasaan rindu terhadap orangtuaku, entahlah aku sendiri tidak tahu. Tanpa sadar aku tertidur nyenyak hingga sore hari.
Hari ini adalah hari yang ku tunggu, hasil nilai rapot akan diumumkan, sayangnya seperti tahun-tahun sebelumnya aku selalu mengambilnya sendiri. Setelah dibukukan ternyata namaku berada di peringkat pertama. Ini adalah pertama kalinya aku mendapat peringkat pertama setelah terakhir kali mendapat saat kelas 2 SMP. Antara senang bercampur gembira aku merasa bangga terhadap diriku meski orangtuaku belum mengetahui hal ini. Aku pulang dengan sangat senang, namun setelahnya aku kembali teringat orangtuaku terutama ibu. Liburan tiba, tetapi jadwal kegiatan sekolahku masih padat untuk 5 hari kedepan. Walaupun aku masih bisa bertemu karena masih ada 9 hari liburan, tetapi bagiku 9 hari itu sangat tidak memuaskan. Kemudian ku coba untuk menelepon ibuku.
“Halo, Bu. Apa kabar?” tanyaku membuka pembicaraan.
“Baik, Jos. Liburan ini apa kamu mau ke sini?” tanyanya.
“Aku memang mau ke sana, tetapi setelah 5 hari ke depan karena aku masih sangat sibuk dengan kegiatan sekolahku. Jadi aku akan ke sana setelah semuanya selesai,” jelasku.
“Ya sudah tidak apa-apa. Kalau memang itu kegiatan sekolah, silahkan saja kamu kerjakan, baru setelah selesai kamu bisa ke sini,” ucapnya halus.
“Terima kasih, Bu. Ibu selalu bisa mengerti keadaanku,” jawabku senang.
“Sama-sama, Jos. Ibu tunggu kamu di sini.” ucapnya sebagai kalimat penutup.
Hatiku merasa lega bisa mengucapkannya dengan jujur, namun berita tentang hasil nilai raportku masih aku rahasiakan. Tak terasa semua kegiatan sekolahku telah selesai. Hari ini aku sudah bersiap-siap untuk liburan ke rumah orangtuaku di luar kota. Banyak perlengkapan yang aku bawa meskipun hanya kurang dari 9 hari aku di sana. Pagi menjelang siang bus yang aku tumpangi mulai berjalan. Rasanya tidak sabar sekali aku bertemu orangtuaku. Tak lupa aku membawa hadiah berupa kado ulang tahun untuk Ibuku dan selembar kartu ucapan. Ibuku memang baru saja berulang tahun yang ke-40 tahun. Di tengah-tengah perjalanan, ternyata bus yang ditumpangi Josu mengalami kecelakaan parah setelah menabrak pembatas jalan tol dan mengakibatkan sopir dan semua penumpang termasuk Josu tewas.
Berita kecelakaan ini langsung menjadi heboh di TV, saat itu juga Ibu Josu melihat beritanya yang ternyata itu bus yang ditumpangi Josu, seketika Ibu Josu menangis. Pada sore harinya, orangtua Josu telah sampai di rumah sakit dekat daerah terjadi kecelakaan tadi. Ibu Josu tak kuasa menahan isak tangis yang kini mulai membanjiri wajah ketika melihat mayat Josu, sementara Ayah Josu yang juga sedih berusaha menenangkan sang istri. Orangtua Josu kembali terkejut ketika diberitahu oleh salah seorang di rumah sakit kalau saat kecelakaan Josu memegang sebuah kado dan selembar kertas. Kado tersebut berisi sebuah foto kenangan masa kecil Josu bersama sang Ibu dan selembar kertas tersebut berisi ucapan selamat ulang tahun.
“Dear Mom, Selamat ulang tahun yang ke-40 Ibuku tersayang, kado yang aku beri ini mungkin tidak seberapa, tetapi sangat bermakna bagiku yaitu foto kenangan kita saat aku masih kecil. Aku juga ingin memberitahu kalau aku berhasil mendapat peringkat pertama di kelas. Sekali lagi selamat ulang tahun Ibu. Josu.”
TAMAT